Apa itu bilangan habis dibagi 5?

Bilangan habis dibagi 5 adalah bilangan yang ketika dibagi dengan angka 5 tidak menyisakan sisa atau hasil bagi adalah bilangan bulat. Dengan kata lain, bilangan tersebut dapat dibagi secara sempurna oleh 5.

Contoh Bilangan Habis Dibagi 5

Contoh Sederhana

Misalnya, angka 10. Jika kita membagi 10 dengan 5, hasilnya adalah 2. Karena hasil bagi adalah bilangan bulat dan tidak ada sisa, maka 10 adalah bilangan habis dibagi 5.
$10 div 5 = 2$
Contoh lain adalah 25. Jika kita membagi 25 dengan 5, hasilnya adalah 5.
$25 div 5 = 5$
Karena hasil bagi adalah bilangan bulat dan tidak ada sisa, maka 25 juga adalah bilangan habis dibagi 5.

Sifat-sifat Bilangan Habis Dibagi 5

Ciri-ciri Utama

Bilangan yang habis dibagi 5 memiliki ciri khas yaitu angka satuannya (digit terakhirnya) adalah 0 atau 5. Misalnya, angka 20, 35, 50, dan 75 semuanya habis dibagi 5 karena digit terakhir mereka adalah 0 atau 5.

  • 20: $20 div 5 = 4$
  • 35: $35 div 5 = 7$
  • 50: $50 div 5 = 10$
  • 75: $75 div 5 = 15$

Mengapa Angka 0 dan 5?

Digit terakhir 0 dan 5 bekerja karena sifat dasar dari pembagian. Ketika angka satuan adalah 0, bilangan tersebut sudah habis dibagi oleh 10, yang jelas juga habis dibagi oleh 5. Ketika angka satuan adalah 5, hasil bagi dari pembagian dengan 5 adalah bilangan bulat.

Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Praktis

Memahami bilangan yang habis dibagi 5 bisa sangat berguna dalam berbagai situasi sehari-hari. Misalnya, ketika kita ingin membagi uang kertas atau koin dalam jumlah tertentu secara merata, mengetahui bilangan yang habis dibagi 5 dapat mempermudah perhitungan.

Kesimpulan

Bilangan habis dibagi 5 adalah bilangan yang ketika dibagi dengan 5 tidak menyisakan sisa. Ciri khas dari bilangan ini adalah digit terakhirnya adalah 0 atau 5. Memahami konsep ini dapat membantu kita dalam berbagai perhitungan matematis dan situasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

1. Wikipedia – Divisibility rule

Citations

  1. 2. Khan Academy – Divisibility rules
  2. 3. Math is Fun – Divisibility Rules

Related

(2) O3 + H → O2 + OH k2 = 1.78×10^-11 cm^3 s^-1 (3) O + OH → O2 + H k3 = 4.40×10^-11 cm^3 s^-1 (5) O + HO2 → O2 + OH k5 = 3.50×10^-11 cm^3 s^-1 (6) H + HO2 → O2 + H2 k6 = 5.40×10^-12 cm^3 s^-1 (9) OH + HO2 → O2 + H2O2 k9 = 4.00×10^-11 cm^3 s^-1 (10) HO2 + HO2 → O2 + H2O2 k10 = 2.50×10^-12 cm s^-1 (11) O + O2 + M → O3 + M k11 = 1.05×10^-34 cm^6 s^-1 (14) H + O2 + M → HO2 + M k14 = 8.08×10^-32 cm^6 s^-1 (15) H + H + M → H2O + M k15 = 3.31×10^-27 cm^6 s^-1 (16) O2 + hv → 2 O k16 = (1.26×10^-8 s^-1) φ (17) H2O + hv → H + OH k17 = (3.4×10^-6 s^-1) φ (18) O3 + hv → O2 + O k18 = (7.10×10^-5 s^-1) φ

Table 1 Reactions, rate constants and activation energies used in the model* No. Reaction kopt (M⁻¹ s⁻¹) 1 OH + H₂ → H + H₂O 3.74 x 10⁷ 2 OH + HO₂ → HO₂ + OH⁻ 5 x 10⁹ 3 OH + H₂O₂ → HO₂ + H₂O 3.8 x 10⁷ 4 OH + O₂ → O₂ + OH 9.96 x 10⁹ 5 OH + HO₂ → O₂ + H₂O 7.1 x 10⁹ 6 OH + OH → H₂O₂ 5.3 x 10⁹ 7 OH + e⁻aq → OH⁻ 3 x 10¹⁰ 8 H + O₂ → HO₂ 2.0 x 10¹⁰ 9 H + HO₂ → H₂O₂ 2.0 x 10¹⁰ 10 H + H₂O₂ → OH + H₂O 3.44 x 10⁷ 11 H + OH → H₂O 1.4 x 10¹⁰ 12 H + H → H₂ 1.94 x 10¹⁰ 13 e⁻aq + O₂ → O₂⁻ 1.9 x 10¹⁰ 14 e⁻aq + O₂ → HO₂⁻ + OH⁻ 1.3 x 10¹⁰ 15 e⁻aq + HO₂ 2.0 x 10¹⁰ 16 e⁻aq + H₂O₂ 1.1 x 10¹⁰ 17 e⁻aq + HO₂ → OH + OH⁻ 1.3 x 10¹⁰ 18 e⁻aq + H⁺ → H 2.3 x 10¹⁰ 19 e⁻aq + e⁻aq → H₂ + OH⁻ + OH⁻ 2.5 x 10⁹ 20 HO₂ + O₂ → O₂ + HO₂ 1.3 x 10⁹ 21 HO₂ + HO₂ → O₂ + H₂O₂ 8.3 x 10⁵ 22 HO₂ + HO₂ → O₂ + OH + H₂O 3.7 23 HO₂ + HO₂ → O₂ + O₂ + OH + H₂O 7 x 10⁵ s⁻¹ 24 H⁺ + O₂⁻ → HO₂ 4.5 x 10¹⁰ 25 H⁺ + O₂⁻ → O₂ 2.0 x 10¹⁰ 26 H⁺ + OH⁻ 1.4 x 10¹¹ 27 H⁺ + HO₂⁻ 2 x 10¹⁰ 28 H₂O₂ → HO₂ + H⁺ + OH⁻ 2.5 x 10⁻⁵ s⁻¹ 29 H₂O₂ → H⁺ + OH⁻ 1.4 x 10⁻⁷ s⁻¹ 30 O₂ + O₂ → O₂ + HO₂ + OH⁻ 0.3 31 O₂ + H₂O₂ → O₂ + OH + OH 16 32

(2) O3 + H → O2 + OH k2 = 1.78×10^-11 cm^3 s^-1 (3) O + OH → O2 + H k3 = 4.40×10^-11 cm^3 s^-1 (5) O + HO2 → O2 + OH k5 = 3.50×10^-11 cm^3 s^-1 (6) H2O + O → 2 OH k6 = 5.40×10^-12 cm^3 s^-1 (9) OH + HO2 → O2 + H2O k9 = 4.00×10^-11 cm^3 s^-1 (10) HO2 + HO2 → O2 + H2O2 k10 = 2.50×10^-12 cm s^-1 (11) O + O2 + M → O3 + M k11 = 1.05×10^-34 cm^6 s^-1 (14) H + O2 + M → HO2 + M k14 = 8.08×10^-32 cm^6 s^-1 (15) OH + H + M → H2O + M k15 = 3.31×10^-27 cm^6 s^-1 (16) O2 + hv → 2 O k16 = (1.26×10^-8 s^-1) φ (17) H2O + hv → H + OH k17 = (3.4×10^-6 s^-1) φ (18) O3 + hv → O2 + O k18 = (7.10×10^-8 s^-1) φ